Lurah Pantai Amal, Camat Tarakan Timur, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dan Pos TNI AL, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Ketua RT melaksanakan kegiatan pemantauan serta sosialisasi kepada masyarakat terkait informasi potensi tsunami yang beredar di wilayah pesisir khususnya di Kelurahan Pantai Amal.
Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pemantauan langsung di kawasan pesisir Pantai Amal guna memastikan kondisi wilayah dan memberikan informasi yang benar kepada masyarakat. Selain itu, masyarakat diberikan penjelasan mengenai kondisi terkini berdasarkan informasi resmi dari BMKG serta langkah-langkah yang harus dilakukan apabila terjadi keadaan darurat.Untuk meredam kepanikan warga, Lurah Pantai Amal bersama Camat Tarakan Timur, Dan Pos TNI AL, BPBD Kota Tarakan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua RT melakukan patroli di sejumlah titik pengungsian seperti tempat ibadah dan fasilitas umum yang dijadikan lokasi pengungsian sementara, untuk menghimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya, serta selalu mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah dan BMKG.
Camat Tarakan Timur menyampaikan bahwa pemerintah kecamatan bersama seluruh unsur terkait terus melakukan koordinasi dan pemantauan guna memastikan keselamatan masyarakat. Warga juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, tanpa harus menimbulkan kepanikan.
Kepala BMKG menjelaskan bahwa informasi terkait potensi tsunami harus selalu merujuk pada sumber resmi BMKG. Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan tetap mengikuti arahan pemerintah apabila terdapat perkembangan situasi. Menurut BMKG peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa Mag 7.7, 8 Juni 2026, Pukul 6:37:42 WIB dinyatakan telah berakhir.
Kegiatan pemantauan dan penjelasan terhadap situasi berjalan tertib dan lancar. Masyarakat dihimbau untuk kembali kerumahnya masing-masing. Dari hasil penjelasan dilapangan sebagian warga ada yang langsung pulang kerumah dan sebagian besar warga lainnya memilih bertahan di tempat pengungsian sementara sampai dengan kondisi benar-benar aman.
Masyarakat menyambut baik kegiatan tersebut karena dapat memperoleh informasi yang jelas dan akurat mengenai kondisi yang sedang berkembang. Dengan adanya pemantauan dan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat Kelurahan Pantai Amal semakin memahami langkah-langkah kesiapsiagaan bencana serta tetap tenang dan waspada dalam menghadapi setiap informasi yang berkaitan dengan potensi bencana alam.
Alhamdulilah, situasi di wilayah Kelurahan Pantai Amal saat ini kondusif dan masyarakat sudah beraktifitas normal kembali, Hal ini tidak terlepas dari sinergitas lintas sektor yang bergerak cepat. ujar Deden.
.jpg)
Post a Comment